Minggu, 07 Maret 2010

NASIHAT BERHARGA

hadiah terbesar yang diberikan oleh kehidupan adalah kesempatan untuk bekerja keras dalam pekerjaan yang layak dilakukan (Theodore Roosevelt)

kekuatiran tidak akan menghapus kesedihan di esok hari, namun hanya menghilangkan kekuatan hari ini (C.H.Spurgeon)

belajar ibarat mengayuh melawan arus:tidak bergerak maju berarti akan bergerak mundur (Chinese Proverb) karena hidup itu seperti sebuah sepeda agar tetap seimbang kita harus terus bergerak (Albert Einstein)

Ujian bagi orang yang sukses bukanlah pada kemampuannya untuk mencegah munculnya masalah, tetapi pada waktu menghadapi dan menyelesaikan setiap kesulitan saat masalah itu terjadi (David J.Schwartz)

kerendahan hati menuntun pada kekuatan bukan kelemahan, mengakui kesalahan dan melakukan perubahan atas kesalahan adalah bentuk tertinggi dari penghormatan pada diri sendiri (John Mccloy)

sukses tidak diukur dari posisi yang dicapai seseorang dalam hidup, tapi dari kesulitan-kesulitan yang berhasil diatasi ketika berusaha meraih sukses (Booker T Washington)

alasan mengapa kekuatiran membunuh lebih banyak orang dibanding dengan kecelakaan kerja, adalah karena lebih banyak orang yang penuh kekuatiran daripada bekerja (Robert Frost)

Kata-kata yang baik memiliki daya kreatif, kekuatan yang membangun hal-hal mulia dan energi yang menyiramkan berkat-berkat kepada dunia (Lawrence G Lovasik)

tidak ada masa depan yang gemilang bagi mereka yang telah kehilangan pengharapan dan imannya (Samuel Rutherford)

karakter seperti berlian yang mampu menggores semua bebatuan lainnya (Cyrus A Bartol)
Aplikasi Pengajaran dan Pembelajaran
untuk Pemahaman
(David N Perkins Chris Unger)

Tujuan utama dari teori ini adalah penanaman pemahaman sebagai kemampuan pencapaian. Oleh karena itu, hal ini dimaksudkan hanya untuk situasi di mana pemahaman adalah menjadi perhatian pusat. Teori ini dapat diaplikasikan pada mata pelajaran bahasa Indonesia untuk SMP kelas VII. Kompetensi dasar yang sesuai misalnya membaca biografi tokoh yang akan diajarkan di semester 2.

Nilai-nilai yang didasarkan dari teori ini meliputi:
• menjadi mampu untuk menyebarkan pengetahuan dengan pemahaman
• topik belajar adalah pusat disiplin atau daerah
• motivasi (" keterlibatan,komitmen, dan tanggapan emosional")
• penggunaan aktif dan perpindahan (transfer) pengetahuan
• ingatan pengetahuan
• Pengaturan, pendekatan sistematis yang pengajaran yang membangun
• jarak yang lebar dan fleksibel tentang gaya bersifat pendidikan, termasuk mengarahkan instruksi
• siswa yang menyediakan umpan balik untuk satu sama lain

Metode. Inilah metode utama yang ditawarkan teori ini:
1) Pilih topik umum untuk pelajaran (guru dan siswa). Mereka seharusnya:
• berpusat pada satu bidang
Dengan cara, guru bersama siswa memilih satu topik umum, khususnya yang sedang menjadi pembicaraan hangat. Topik yang tepat untuk dijadikan pembahasan tentang biografi seorang tokoh, sebaiknya tokoh yang telah dikenal oleh guru maupun siswa.
• menarik dan dapat diakses oleh para siswa
Tokoh yang dipilih haruslah menarik, dan untuk mendapatkan informasi tentang tokoh tersebut, dapat dicari/diakses siswa dengan mudah.
Misalnya: tokoh yang akhir-akhir ini menjadi sorotan seluruh masyarakat dunia, yaitu ‘Barrac Obama’. Bagi siswa yang seslu mengikuti perkembangan berita, akan menjadi topik menarik yang mereka kuasai, sedangkan bagi siswa yang sebelumnya tidak tahu tentang profil Barrac Obama, akan menjadi penasaran dan tertarik untuk mempelajarinya. Dengan mudah siswa dapat mengaksesnya melalui berbagai media. Bisa lewat koran, internet, mapun buku-buku biografi ”Barrac Obama” yang akhir-akhir ini menajdi best seller di toko buku.
• tertarik kepada guru
Guru harus dapat menjadi motivator yang dapat mengundang rasa penasaran dan ketertarikan siswa pada pembelajaran yang sedang dilakukan. Diantaranya memberi umpan pertanyaan-pertanyaan. Misalnya: Kabarnya, Barrac Obama Sang Calon Presiden Amerika, dulu pernah menghabiskan masa kecilnya di Indonesia, benarkah itu anak-anak? Kalian akan menemukan jawabannya pada buku biografi ini yang berjudul Menelusuri Jejak Barrac Obama
• bisa menghubungkan ke tema berbeda
Selain mengetahui latar belakang kehidupan tokoh tersebut, kita juga dapat mengajarkan kepada para siswa untukmengangkat tema yang berbeda. Misalnya: kerja keras dalam meraih kesuksesn, hal-hal yang patut diteladani dari tokoh tersebut, dsb
• secara khusus tema tersebut dapat memperkaya pengetahuan siswa dan mempertegas karakter
Maksudnya adalah dengan mengetahui biografi tokoh ini, siswa menjadi bertambah terutama dengan hal-hal yang aktual. Serta karakter siswa sedikit banyak dapat terbentuk, yaitu siswa dapat meneladani dan meniru tindakan dan perilaku positif dari tokoh tersebut. Misalnya, Barrac Obama tertarik membaca berbagai macam buku sejak ia masih kecil.

2) Menyatakan tujuan pemahaman (guru dan siswa). Mereka seharusnya:
• Jelas dan Umum
Siswa tahu tujuan pemahaman untuk materi ini. Tujuan telah secara jelas dan umum ditunjukkan pada awal pembelajaran. Bahwa dengan membaca buku biografi, siswa dapat mengetahui tokoh ternama di dunia, dapat menyebutkannkisah menarik dalam hidup tokoh tersebut, serta dapat menyebutkan hal-hal yang patut diteladani.
• Tersirat
Memberikan bentuk spesifik pada sub topiknya. Sebagai contoh: Bagaimana Barrac Obama bisa bersekolah di Indonesia? Apa yang membuatnya tinggal di sini?
• Terpusat pada disiplin ilmu
Melanjutkan topik umum, tujuan pemahaman harus terpusat pada target pembelajaran. Siswa diharapkan dapat mengapresiasi tak hanya pada tokoh di bidang seni yang telah banyak mereka kenal, tetapi tertarik juga mengenal tokoh politik.

3) Libatkan dalam pencapaian pemahaman (para siswa).
Siswa dapat bekerja secara kelompok atau individu, kemudian guru menjadi pemandunya sehingga secara sistematis dapat mempercepat pencapaian tujuan pemahaman. Kemudian guru membuat suatu kelompok-kelompok kecil, membagi bahan diskusi tentang subtopik, siswa menyajikan hasil diskusi mereka dan saling bertukar informasi tentang subtopik yang telah mereka kuasai.
Sesuai dengan tujuan pemahaman dan topik umum, pencapaian pemahaman mempunyai panuan tentang apa yang mereka pilih, yaitu
• Hubungkan secara langsung dengan tujuan pemahaman
• Kembangkan dan pahami melalui praktek
• Libatkan berbagai gaya mengajar dan bentuk ekspresi siswa
• Kembangkan pemakaian pemikiran yang menantang
• Menunjukkan pemahaman di muka umum

4) Menyediakan penilaian berkelanjutan (guru).
Penilaian secara berkala membuat guru harus menyusun umpan balik yang bersifat informatif sejak awal proses pembelajaran, memperbaiki kesalahpahaman dan meningkatkan hasilnya. Tidak sekedar memberi nilai X atau A atau B atau , tanpa ada indikasi yang jelas dan apa-apa saja yang bisa dilakukan untuk menunjukkan revisi.
Penilaian berkala bisa terjadi secara langsung, dengan menerima umpan balik dari satu siswa ke siswa lainnya
Penilaian berkala dapat juga terjadi secara tidak langsung di alur pembelajaran. Siswa berdiskusi tentang suatu subtopik, kemudian mendengarkan pendapat teman lainnya dan siswa dapat menerima umpan balik secara implisit.
Merencanakan siapa yang memberikan umpan balik, apa umpan balik tersEbut, dan kapan meyakinkan bahwa ada waktu untuk umpan balik itu sendiri, serta kelanjutan proses berpikir merupakan tantangan yang jelas dalam kelas TfU.

Selasa, 02 Maret 2010

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ITI
DALAM PEMBELAJARAN MENULIS SURAT DINAS


1. Latar Belakang

Integrated thematic Instruction (ITI) merupakan model pembelajaran yang dikembangkan oleh Susan J. Kavolik dan Jane R. McGeehan yang diaplikasikan dalam mata pelajaran Biologi. ITI merupakan model pembelajaran yang memanfaatkan hasil penelitian mengenai perkembangan otak manusia. Oleh karena itu, pembelajaran ini terfokus pada pengembangan nilai-nilai yang mengarah pada pengembangan kemampuan berpikir dan berolah rasa yang mereka sebut “bodybrain basics”. Di dalam “bodybrain basics” terdapat enam konsep nilai yang utama.

a. Emosi adalah pintu gerbang pembelajaran dan performansi

Sylwester (1995) mengungkapkan situasi secara jelas dalam bukunya ini A Celebration of Neurons, “Kita tahu bahwa emosi sangat penting pada proses pendidikan karena emosi tersebut menggerakkan perhatian, yang mengarah pada pembelajaran dan memori. Sensori data masuk ke otak dari sel melalui badan yang dimunculkan oleh struktur otak dirancang untuk mendeteksi bahaya imminent. Le Doux (1996) menjelaskan bahwa pelayanan yang memungkinkan pada keselamatan atau kelangsungan dideteksi secara tak sadar. Otak dipicu oleh amygdala, sebuah struktur di dalam sistem otak. Sylwester menganjurkan bahwa kita mempertimbangkan sistem amygdala otak kita.

b. Kecerdasan adalah berfungsinya pengalaman

Salah satu pengumuman yang paling mengejutkan dari penelitian pembelajaran biologi adalah bahwa alam dan pemeliharaan merupakan patner yang tak terpisahkan. Sebuah kelahiran baru tiba dengan neural dasar untuk mengatasi gerak reflek seperti menghisap. Chugani dan peneliti lainnya menggunakan prosedur dan teknologi baru yang sudah tersedia, seperti dilaporkan oleh Begley (1997) untuk mendemonstrasikan bahwa pengalaman di dunia setelah kelahiran, otak dipersiapkan untuk tugas-tugas kehidupan. Penemuan yang menarik perhatian diterapkan pada anak yang berumur 3 tahun untuk belajar hal-hal yang baru dalam kehidupan. Pada usia berapa saja pada saat pengalaman dikonfrontasikan, otak mulai proses perekrutan neuron dan tumbuh dendrites, untuk berkomunikasi antara neuron-neuron di tempat yang berbeda pada otak tersebut.
Dirangsang oleh lingkungan, hubungan antara neuron meningkat seperti dijelaskan oleh Diamond (1998). Otak menjadi lebih padat dan lebih berat. Pertumbuhan ini memungkinkan pelajar untuk menghubungkan ide untuk memiliki pemahaman yang baik (penuh) menjadi lebih pandai. Perkins (1995) menyarankan kita akan menyaksikan sebuah revolusi pemahaman kita pada kecerdasan intelegensi, dan revolusi ini memiliki karakter yang bisa disimpan kembali. Perkins mengatakan bahwa kita tidak dibatasi oleh genetik keturunan. Sebaliknya, kecerdasan adalah sesuatu yang dapat dibajak, dioleh, dan diperoleh. Orang dapat belajar untuk berpikir dan bertindak secara lebih cerdas.

c. Manusia dalam seluruh kebudayaannya menggunakan intelegensi untuk menyelesaikan permasalahan dan menciptakan produk.

Manusia mempergunakan kecerdasannya untuk menyelesaikan masalah menghasilkan produk. Gardner’s (1983) melalui teori multipel intelegensi mendefinisikan intelegensi manusia sebagai seperangkat keterampilan untuk memecahkan masalah, memungkinkan individu untuk memecahkan masalah atau kesulitan yang dia temukan, jika tepat, menciptakan produk yang efektif, dan juga harus secara potensial menemukan atau menciptakan masalah. Di sana terbentang latar belakang untuk memperoleh pengetahuan baru.
Dia mengidentifikasi 8 intelegensi, yaitu: kebahasaan, musik, matematika logika, tempat, kinestetik, naturalis, intrapersonal, dan interpersonal (hubungan antar sesama).

d. Penelitian otak adalah penelitian untuk pola-pola yang bermakna.

Otak manusia merupakan serangkaian sistem syarat yang berstruktur. Kemampuannya yang luar biasa dapat menghubung-hubungkan berbagai ide yang tak terbatas, dan kemampuan itu akan terus meningkat dengan pola-pola pelatihan yang bermakna.

e. Pembelajaran adalah pemerolehan program mental yang berguna

Hart (1983) mendeskripsikan pembelajaran sebagai proses dua bagian yang melibatkan keturunan dan latihan yang bermakna dan pemerolehan program-program mental. Untuk mengenali pelatihan seseorang harus bisa mendeteksi atributnya, karakteristik yang membedakan satu objek atau tindakan dari yang lainnya. Apa perbedaan lari dan berjalan? Bagaimana saudara mengetahuinya? Setiap kata kerja dan kata benda dalam bahasa Inggris menyajikan pola

f. Kepribadian (karakter dasar seseorang)

Perbedaan kepribadian memiliki pengaruh pada pembelajaran. Keirsey dan Bates (1984) mendeskripsikan kerangka yang berguna untuk mencari pengaruh pilihan-pilihan kepribadian. Diungkapkan oleh Jung, Kiersey, dan Bates mengidentifikasi empat tipe orientasi yang luas terhadap informasi baru dari orang lain, beberapa yang lebih cocok daripada lainnya untuk perlengkapan sekolah tradisional. Empat tipe tersebut dipaparkan sebagai empat karakter seperti ditunjukkan dalam Fig. Manusia bisa belajar tingkah laku, tetapi mempunyai pilihan-pilihan yang kuat ketika mereka mendapatkan situasi baru atau ketika menemukan informasi pembelajaran baru.
Berdasarkan ciri-ciri utama ITI di atas, kiranya model pembelajaran yang dikembangkan oleh Susan J. Kavolik dan Jane R. McGeehan dapat diaplikasikan ke dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pembelajaran menulis surat dinas.

2. Pembelajaran Menulis Surat Dinas

Ada beberapa model “ITI Classroom”. Salah satu model kelas Pembelajaran Tematik Terpadu yang relevan untuk pembelajaran menulis surat dinas adalah kelas ITI dengan urutan pembelajaran “ada di sana, konsep, bahasa, dan penerapan nyata”.

a. Ada di Sana

Pada tahap ini guru mengajak peserta didik ke suatu tempat yang dapat memperkaya pengalaman siswa mengenai penulisan surat dinas. Siswa perlu diberi pengalaman-pengalaman yang bermakna karena pengalaman yang seperti itu sangat berfungsi untuk meningkatkan kecerdasan mereka.
Tempat yang relevan untuk memperkaya pengalaman menulis surat dinas adalah perkantoran khususnya ruang administrasi atau tata usaha. Di ruang itu siswa dapat mengamati dan menggali informasi tentang ihwal penulisan surat dinas.

b. Konsep

Di tempat yang memungkinkan siswa menggali informasi yang sejelas-jelasnya, seperti ruang tata usaha, siswa dapat membentuk dan mengembangkan konsep tentang topik yang dipelajari, yakni menulis surat dinas. Siswa dapat melihat berbagai jenis surat dinas, dapat mengamati ciri-cirinya, penulisan nomor suratnya, dan unsure yang lainnya.
Di tempat itu pula siswa dapat memanfaatkan kepala tata usaha atau karyawan kantor itu sebagai nara sumber yang dapat memberikan penjelasan mengenai berbagai informasi yang diperlukan siswa tentang penulisan surat dinas.
Dengan demikian, siswa mempunyai bahan untuk sharing dengan teman terutama dengan gurunya mengenai surat dinas. Akibatnya, siswa akan mempunyai konsep yang mantap karena diperoleh atau dibangun dengan berbagai cara dan sumber.

c. Bahasa

Di tempat mereka yang baru siswa berinteraksi dengan para karyawan kantor. Di sana peserta didik belajar bersosialisasi. Ada beberapa nilai yang dapat dikembangkan dalam peristiwa itu, di antaranya kesantunan berbahasa dan bersikap, menghargai orang lain, membandingkan apa yang dipelajari di sekolah dengan yang dilakukan dengan orang dewasa dalam pekerjaan mereka (menumbuhkan apresiasi terhadap profesi), dan bekerja sama.
Semua aktivitas siswa tidak lepas dari praktik berbahasa, baik sekadar untuk berkomunikasi maupun untuk menggali ilmu pengetahuan.

d. Penerapan Nyata

Pengalaman yang sangat berharga dalam model Integrated Thematic Instruction (ITI) ini adalah terlibatnya siswa dalam pengalaman yang nyata untuk menerapkan konsep yang diperoleh dalam aktivitas yang sebenarnya.
Di sana siswa dapat Praktik Kerja Lapangan. Mereka dapat dilibatkan untuk benar-benar bekerja (praktik) membantu para karyawan untuk membuat surat dinas, dan dilibatkan pula dalam proses pengurusan legalisasi surat, serta pengarsipannya.
Melalui penerapan dalam dunia (lingkungan) yang sebenarnya seperti itu, siswa merasa percaya diri bahwa mereka mampu berbuat seperti apa yang dilakukan orang dewasa. Tertanamnya sikap mental yang seperti itu merupakan modal yang sangat berguna bagi para siswa untuk terus belajar mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Surat dinas yang dihasilkan (produk) merupakan pengalaman yang sangat berkesan dan merupakan wujud pelatihan menyelesaikan masalah yang merupakan manifestasi pengembangan kecerdasan siswa.

3. Penutup

ITI merupakan model pembelajaran mata pelajaran Biologi yang dikembangkan oleh Susan J. Kavolik dan Jane R. MacGeehan yang dapat diaplikasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pembelajaran menulis surat dinas. Langkah-langkah pembelajaran surat dinas berdasarkan pembelajaran model ITI terdiri atas empat tahap. Pertama, ada di sana, yakni menempatkan siswa di lokasi yang mampu memberinya pengalaman yang berarti. Kedua, konsep, merupakan tahap pembentukan dan pengembangan konsep tentang topik yang dipelajari. Ketiga, bahasa, merupakan penggunaaan bahasa dengan memperhatikan segala konteksnya. Keempat, penerapan nyata, adalah praktik kerja nyata yang dilakukan siswa di tempat belajarnya yang baru.
TEORI RENCANA PEMBELAJARAN LANDAMATIKS DAN METODOLOGI UNTUK MENGAJAR METODE UMUM BERPIKIR

Landamatiks bukan teori pembelajaran dan pengajaran bagaimana mengajarkan sebuah atau beberapa topik khusus, konsep, atau keterampilan. Landamatik juga bukan rencana pelajaran yang efektif. Lebih tepat, Landamatik adalah metode umum (atau metodologi) sebuah bentuk pendekatan yang memberikan petunjuk secara efektif di dalam petunjuk perencanaan pembelajaran, apakah tugas mengajar pengetahuan suatu gejala yang nyata, atau analisis visual (pengamatan) sebuah objek yang nyata, atau strategi berfikir, atau yang lainnya.
Secara tepat bab ini berisi rumusan atau gambaran yang memberi contoh metode Landamatik pada pengajaran metode umum berfikir. Untuk mencapai tantangan pembelajaran akan dijelaskannya, apa mengajar dan bagaimana mengajar adalah hal yang pokok dalam Landamatik.
Untuk menjelaskan maksud, kami memilih bab ini sebagai metode yang luar biasa untuk berpikir, sebuah metode yang mengidentifikasi objek yang memiliki kelas atau tidak di dalam konsep dasar untuk mendefinisikannya. Di dalam bab berikutnya dijelaskan cara (metode) yang akan memberikan gambaran kesimpulan tentang objek pelengkap dan hubungannya dengan objek lain. Karena proses mengidentifikasi hanya digunakan untuk untuk mengajar beberpa cara yang menerpakan pengetahuan, kami akan selalu menggunakan sebuah batasan yang luas, ”sebuah metode untuk menerapkan pengetahuan”.

Pengajaran Umum Proses Kognitif sebagai Satu tujuan yang Sangat Penting dalam Pendidikan

Pada jaman sekarang perubahan pengetahuan sangat cepat. Apa yang kita pelajari saat ini mungkin sudah ketinggalan jaman. Tetapi, apakah proses pemerolehan dan penerapan pengetahuan bertambah baik atau tidak? Atau lebih jelas, apakan mereka mengubah dengan cepat pengetahaun yang membuat cara mendapatkannya dengan kemanusiaan? Jawabnya, tidak.
Beberapa ahli dalam bidang ilmu pengetahuan dan praktisi mempelajari bagaimana keefektifan memperoleh dan menerapkan pengetahuan, menggunakannya secara benar seperti pengambilan dan proses pengetahuan untuk belajar dan memakai bermacam-macam pengetahuan. Proses ini untuk membedakan bermacam-macam pengetahuan, seperti pengetahuan tentang kenyataan yang berlawanan dengan pengetahuan tentang hukum alam. Dengan perbedaan ini dapat dijadikan sebagai dasar penialaian, namun proses ini sama dengan memperhatikan pemahaman dan permasalahan-permasalahan yang ada.
Jika kami menerima bagian pembelajaran bagaimana memperoleh dan menerapkan pengetahuan lebih penting dari pembelajaran pengetahuan dasar (dan mungkin lebih penting daripada pembelajaran pengetahuan khusus yang dapat menjadikannya hal yang tetap), kemudian dalam pembelajaran siswa dalam proses kognitif umum dan menerima metode yang dapat mengembalikan satu kritika tujuan pendidikan.

Kejanggalan Situasi dalam Pendidikan

Suatu kejanggalan yang terdapat di sekolah: anak diminta untuk mengidentifikasi objek, menjelasan pemikirannya, membuat kesimpulan, membuktikan pernyataan, dan lain sebagainya. Tetapi tidak diajari dan tidak diberi tahu apa itu identifikasi, bagaimana memecahkannya, bagaimana membuat rangkuman, bagaimana membuktikan pernyataan, dan lain-lain. Hal ini bukan suatu kekurangan dalam hal mendefinisikan secara formal, tetapi kekurangan penegtahaun tentang proses mental dan sistemnya, serta menggunakannya proses ini.

Metode

Pengertian Metode
Beberapa definisi metode dalam filsafat dan literatur ilmu pengetahuan sering kacau dan berbeda antara satu ilmu dengan ilmu yang lain, misalnya penggunaan istilah metode dalam bahasa sehari-hari.
Metode menurut semantik diartikan dua macam, yaitu 1) tindakan yang membahas pemecahan masalah atau tugas, 2) aturan yang menegaskan untuk mengerjakan suatu tindakan. Untuk membedakan dua pengertian tersebut, kami akan menunjukan metode sebagai sistem tindakan yang di lambangkan dengan M¬a, dan metode sebagai sistem aturan yang dilambangkan dengan Mp. Pada umumnya, cara untuk menyelesaikan masalah baru atau tugas baru, anak pertama Ma dan kemudian baru mengubahnya menjadi Mp.
Kami mendefinisikan metode sebagai bentuk sistem pembelajaranatau kegiatan untuk mencapai suatu tujuan. Definisi menunjukan adanya karakteristik yang penting dari pengertian metode:
1. Metode adalah sistem pembelajaran,
2. Metode adalah kesatua struktur yang tetap dari dasar pembelajaran, dfan
3. Metode selalu berorientasi pada tujuan.
Dalam bahasa sehari-hari pengertian metode sering diartikan sebagai bagian dari proses, prosedur, bimbingan, teknik, strategi, dan yang lainnya. Permasalahannya berdasarkan pengertian tersebut menjadi ambigu.
Dari dulu konsep, proposisi, dan metode adalah pembangun kemasyarakatan dan ilmu pengetahuan. Hal ini merupakan gejala nyata kemasyarakatan dalam bahasa. Dalam situasi belajar menunjukkan adanya gejala psikologi subjektif yang merupakan bagian dari gejala sosial subjektif. Metode subjektif boleh dan tidak boleh menyesuaikan diri dengan metode objektif. Oleh karena itu, hal yang penting dalam pendidikan adalah masalah metode pembelajaran yang selalu memberi jalan pada metode subjektif yang akan membentuk pola pikir siswa yang lebih efektif.

Hubungan Antara Metode (Cara) dengan Keterampilan

Meskipun kenyataan metode dan keterampilan tidak sama, perbedaan ini dilihat dari gejala psikologi. Kenyataan ini dapat dicontohkan pada kegiatan berenang. Orang yang mengetahui apa yang harus dilakukan dalam kegiatan berenang, belum tetntu ia dapat melakukan kegiatan berenang. Hal ini jelas perbedaan antara pengetahuan atau cara melakukan sesuatu dengan keterampilan untuk melakukan sesuatu.
Namun, kenyataannya antar sistem tindakan dan keterampilan melakukan tindakan memiliki hubungan langsung. Sistem tindakan sebagai kemampuan untuk memahami sesuatu tindakan sebagai proses psikologi dan menghubung-hubungkan dalam bagan otak manusia. Kemampuan melakukan tindakan (skill) terbentuk berdasarkan pemahaman suatu tindakan yang telah ditata dalam otak manusia.
Perbedaan antara kedua kemampuan tersebut memerlukan suatu metode tertentu. Sebuah metode pengajaran untuk mengetahui kemampuan secara verbal dan untuk membentuk pengoperasiannya (baik secara fisik maupun mental). Situasi yang dapat diperoleh yang ditempatkan di sekolah dan kehidupan nyata adalah:
1. Siswa memahami cara-cara dan dapat melakukan sesuai dengan petunjuknya.
2. Siswa memahami cara-caranya, tetapi tidak dapat melakukannya , contoh siswa mengetahui cara berenang, tetapi tidak bisa berenang,
3. Siswa tidak memahami cara-caranya, tetapi dapat melakukan sesuai dengan petunjuknya, contoh siswa yang bisa berenang, tetapi tidak bisa menjelaskanapa yang dilakukan atau merumuskan suatu sistem hasil pekerjaan.
4. Siswa tidak memahami cara-caranya, dan tidak dapat melakukan sesuai petunjuknya.

Kegagalan Mengajar dengan Metode Umum Berfikir dalam Pembelajaran Konvensional.

Masalah yang sering kita jumpai ketika guru mengajar adalah menyuruh siswa untuk memecahkan masalah, tanpa mengetahuai atau tidak memperhatikan tipe pelajarannya. Semua kelas disamakan. Hal ini tidak benar karena tidak melibatkan pola pikir dan potensi siswa.
Maka, Dr. Zykova, menjelaskan pelajaran geometri pada Moscow School. Dr. Zykova menjelaskan apa yang dilakuakn guru dan apa yang dilakukan siswa, yaitu:

Kegiatan Pembelajaran 1
Guru menjelaskan beberapa bentuk segitiga dan menjelaskan ciri-cirinya. Selanjutnya guru berkata bahwa pada hari ini kita akan mempelajari segitiga siku-siku dan definisinya (”Segitiga siku-siku adalah segitiga yang memiliki sudut 900).

Kegiatan Pembelajaran 2
Gur menunjukkan sgitiga siku-siku dengan memberikan beberpa ilustrasi atau gambaran yang menerangkan konsep tersebut.

Kegiatan Pembelajaran 3
Guru melengkapi dengan praktik, siswa mempelajari konsep segitiga siku-siku dan bagaimanamenerapkannya:
• Guru berkata kepada siswa tentang pengertian segitiga. Saebagian siswa mengoreksinya.
• Guru berkata kepada siswa untuk memberi contoh gambar segitiga siku-siku di papan tulis. Dua siswa mengoreksinya.
• Guru menunjukkan beberap bangu geometri di papan tulis, di antaranya segitiga siku-siku dan segitiga yang lainnya. Kemudian siswa disuruh menunjukkan mana yang termasuk segitiga siku-siku dan mana yang bukan.
• Guru berkata kepada siswa jika ada yang ingin ditanyakan atau ada yang belum jelas. Siswa menanggapi dengan senang –dalam pengulangan- bahwa semuanya sudah jelas.

Pendekatan Landamatik dalam Pembelajaran

Landamatik menyumbangkan dan memajukan perbedaan bentuk pendekatan yang sudah lazim, konsep, dan proses berfikir dengan sengaja menjelaskan metode pengajaran berfikir (Instruksional Thingking Method).

Pendekatan Landamatik adalah:
1. Membuat hitungan yang banyak, tidak perlu variasi.
2. Adanya jaminan adanya bentuk yang sebenarnya dan cukup lazim.
3. Adanya jaminan pembentukan dasar yang cukup lazim pada pembentukan dalial dan konsep yang tepat.
4. Adanya jaminan pembentukan cara pemerolehan yang efektif dan dapat mengaplikasikan pengetahuannya (ilustrasi, konsep, dan dalil).
5. Adanya jaminan yang cukup luas dan proses pemindahan yang tepat, tidak membatasi pengalaman pada pengetahuan lain dan mengubah mental pada masalah dan situasi yang baru.
6. Adanya jaminan untuk menghilangkan kesalahan dan kekeliruan dalam belajar.
7. Adanya jaminan mengembangkan kemampuan untuk mengatur sendiri, menata sendiri, dan mengontrol sendiri dalam menoperasikan mental.
8. Kemungkinan menyelesaikan semua tugas yang lebih dapat dipercaya dan relatif cepat.

Strategi 1: Disovery (Penemuan) dengan Bimbingan

Pembelajaran dengan menggunakan teknik atau metode penemuan dengan bimbingan meliputi:

Kegiatan Pembelajaran 4,
Perintahkan siswa untuk menemukan dan mengumpulkan tugas dan menyimpulkan dengan nyata sistem operasi mental untuk diaplikasikan pada konsep belajar dan mendefinisikannya. Berilah tugas untuk mengidentifikasi objek yang dimilki atau yang tidak dimiliki kelas.

Kegiatan Pembelajaran 5,
Perintahkan siswa untuk menerangkan rumus yang memberikan sistem pembelajaran:

Kegiatan Pendidikan
1. Bertanyalah kepada siswa rumusan secara lengkap atau beberapa petunjuk (cara ini tidak hanya untuk mengetahui definisi segitiga siku-siku, tetapi siswa bisa menerpakannya pada segitiga lain mana yang termasuk segitiga siku-siku dan mana yang bukan).
2. Jika siswa telah merimuskan cara yang benar, melanjutkan pembelajaran berikutnya, jika belum merencanakan hal tersebut, bagaimana merumuska sebuah metode dengan kegiatan mengenal apakah segitiga siku-siku atau bukan.

Kegiatan Pembelajaran 6,
Melengkapi praktik dengan mengaplikasikan rumusan.

Kegiatan Pendidikan:
1. Katakan pada siswa untuk mengerjakan tugas sekarang, yaitu menerapakan metode formulasi yang digunakan untuk untuk mengenal segitiga siku-siku di antar segitiga yang lain.
2. Tunjukkanlah beberapa variasi segitiga dan membedakannya menurut metode tersebut, memiliki segitiga siku-siku dan yang lain.
3. Rencanakan apa yang harus mereka lakukan dengan cara menggunakan metode setahap demi setahap. Melihat pembelajaran pertamadan mengerjakan apa yang dikatakannya, kemudian melihat pembelajaran yang kedua dan melakukan apa yang dikatakannya. Contoh menurut metode ini siswa mudah mengidentifikasi segitiga siku-siku dengan melihat posisi sudut tegak lurus.

Kegiatan Pembelajaran 7,
Melengkapi dnganmenggunakan metode internalisasi, latihan khusus secar terus menerus untuk menjamin kepandaian secar tuntas.

Kegiatan Pendidikan:
1. Katakan pada siswa bahwa mereka sekiranya tidak banya membutuhksan petunjuk yang terdapat pada papan tulis dan sekiranya mengulangnya pada pembelajaran sendiri.
2. Katakan pada siswa bahwa sekarang kamu akan menghapus petunjuk yang ada di papan tulis dan menunjukkan beberapa segitiga. Mereka harus membedakan segitiga siku-siku dengan memberi petunjuk sendiri seperti petunjuk yang ada di papantulis. Para siswa lebih mudah membentuk semua yang diperlukan dalam kegiatan mental dengan memeberi petunjuk sendiri.

Kegiatan Pembelajaran 8
Efek otomatisasi dengan metode yang melibatkan mental.

Kegiatan Pendidikan
1. Katakan pada siswa bahwa mereka tidak memerlukan kebutuhan selanjutnya dalam petunjuk diri. Mereka sekarang memamhami apa yang dilakukannya dalam mengenal sgitiga siku-siku.
2. Tunjukkan pada siswa sejumlah segitiga di antara yang mereka miliki untuk mendapat segitiga siku-siku. Katakan untuk mendapatkan secara cepat tidak mungkin tanpa memberikan petunjuk diri. Siswa lebih mudah memberi segitiga siku-siku seketika itu juga.

Mekanisme Psikologi pada Metode Internalisasi dan Otomatisasi

Teori Landamatik di dalam belajar dan praktik ada tiga tahap, yaitu:
1. Tahap pertama adalah mempelajari sebuah cara (metode) dari apa yang ada di luar sebagai bentuk pelajarana (bisa berupa catatan atau elektronik).
2. Tahap kedua adalah mengoperasikan ke dalam bentuk dari dalam diri melalui petunjuk sendiri. Ini adalah tahap internalisasi.
3. Tahap ketiga adalah mewujudkan kebutuha beberpa petunjuk yang hilang dan mulai menoperasikannya yang disesuaikan dengan tujuan dan permasalahan sendiri. Ini adalah tahap otomatisasi.

Strategi 2: Pengajaran Ekspositori

Dengan strategi 2, Siswa memiliki konsep segitiga siku-siku, bentuk lain dari segitiga, dan mendefinisikannya (seperti pada strategi 1), dalam hal ini guru semata-mata hanya mengajar semua pengetahuannya pada siswa yang sudah siap (dengan mengilustrasikan dan latiahn)

Strategi 3: Kombinasi Strategi

Dengan strategi ini, berfikirlah pada sebuah topik pembelajaran yang menggunakan strategi dirkoveri (penemuan), dan tentu berfikir lain pada pengajaran untuk melengkapi pengetahuan dalam bentuk yang sudah siap. Pilihan topik yang mengharuskan atau tidak mungkin hanya dengan pengajaran atau strategi, namun memerlukan beberapa strategi. Ini adalah faktor yang menentukan keobjektifan guru yang memberikan kesempatan dang dengan keuntungan dari metode yang lengkap tersebut.

Pembahasan Tingkatan Umum pada Metode

Metode yang digunakan untuk mendefinisikan segitiga siku-siku adalah metode umum yang diterapkan untuk beberap segitiga siku-siku, tapi apakah bisa suatu saat metode tersebut diaplikasikan pada poko bahasan lain? Apakah mungkin menjadi lebih umum? Jawabnya, bisa.
Dengan contoh sebagai titik awal, kami akan menggunakan metode yang sudah digunakan untuk mengidentifikasi segitiga siku-siku. Metode tersebut sebgai metode tingkat paling rendah (awal) disebut d1, metode pada tingkat berikutnya disebut d2, misalkan untuk menjelaskan belah ketupat.
Perhatikan perbedaan antara d1 dengan d2 yang dijelaskan pada tabel berikut:
Metode 1 (d1) Metode 2 (d2)
Digunakan untuk mengidentifikasi segitiga siku-siku.

1. Menunjukkan identitas segitiga siku-siku, yaitu segitiga yang memiliki sudut 900.
2. Berfikir dengan sunguh-sungguh untuk menandai beberapa segitiga dan melihat apakaha memiliki sudut 900.
3. Buatlah kesimpulan seperti berikut:
a. Jika segitiga memiliki sudut 900, maka disebut segitiga siku-siku.


b. Jika segitiga tidak memiliki sudut 900 maka bukan segitiga siku-siku. Digunakan untuk mengidentifikasi objek seperti d1 atau bukan pada kelas yang nyata.
1. Menunjukkan definisi pada kelas dan memisahkan berdasrkan sifat.

2. Berfikir dengan sungguh-sungguh untuk menandai beberapa objek dan melihat tanda dari semuanya.
3. Buatlah kesimpulan seperti berikut:
a. Jika objek memiliki tanda yang sma sebagai definisi, maka dikelompokan dalam kelas yang sama.
b. Jika objek memiliki tanda yang berbeda sebagai definisi, maka bukan objek yang berkelas sama.

Mungkinkah Metode 2 Selalu Dapat Digunakan?

Tidak selamanya metode 2 dapat digunakan. Pada pekerjaan yang hanya menggunakan konjungsi (hubungan), kita bisa menggunakan metode 2 tersebut. Namun, jika pekerjaan yang memiliki hubungan terpisah (disjunctive), maka metode 2 ini tidak bisa digunakan. Oleh karena itu, kita perlu menggunakan metode lain yaitu metode 3.
Untuk memperjeles keterangan ini, berikut ini dijeaskan perbedaan metode 2 dengan metode 3 dalam tabel berikut:
Metode 2
(untuk konsep yang berhubungan) Metode 3
(untuk konsep yang terpisah)
Identifikasi objek yang sama dan tidak sama pada kelas yang nyata.
1. Tunjukkan definisi pada suatu kelas dan pisahkan berdasarkan penanda sifat.
2. Pikirkan dengan sungguh-sungguh penanda yang diberikan pada beberapa objek dan amati semuanya.

3. Buatlah kesimpulan sebagai berikut:
a. Jika sebuah objek menandai kesamaan sebagai definisi, maka objek tersebut dimasukkan ke dalam objek yang memiliki kesamaan tersebut.
b. Jika sebuah objek tidak memiliki kesamaan penanda sedikit pun, maka tidak dimasukkan dalam kelas yang seobjek. Identifikasi objek yang sama dan tidak sama pada kelas yang nyata.
1. Tunjukkan definisi pada suatu kelas dan pisahkan berdasarkan penanda sifat.
2. Pikirkan dengan sunguh-sungguh penanda dari beberap objek dan telitilah penanda yang paling kecil atau sedikit.
3. Buatlah kesimpulan seperti berikut:
a. Jika sebuah objek memiliki penanda paling kecil (sedikit) sebagai definisi, maka dikelompokkan dalam kelas pada objek yang sedefinisi.
b. Jika tidak memeliki semua penanda, maka tidak dikelompokkan pada kelas yang memiliki definisi objek yang sama.

Jumat, 01 Januari 2010

Analisis Puisi “Kau Bukan Israil” dalam Kumpulan Puisi ”Surat untuk Ayah” (Tinjauan Struktural dan Semiotik)

By: Ignatius Purnomo

1. Pendahuluan
Teori struktural dan semiotik pada dewasa ini merupakan salah satu teori sastra (kritik sastra) yang terbaru di samping teori estetika resepsi dan dekonstruksi. Akan tetapi, teori ini belum banyak dimanfaatkan dalam bidang kritik sastra di Indonesia. Pada umumnya kritik sastra atau apa yang dinamakan kritik sastra di Indonesia dewasa ini masih mempergunakan teori-teon sastra (kritik) yang lama, yang sudah ketinggalan dalam perkembangan kemajuan studi sastra pada umumnya (Pradopo, 1995:140).
Oleh karena itu, dalam pembicaraan ini dicoba untuk menerapkan teori tersebut dalam menganalisis puisi Indonesia untuk turut memperkembangkan studi sastra dalam kesusastraan Indonesia modern. Teori struktural dan semiotik (Pradopo, 1995:140) merupakan teori kritik sastra objektif.
Dikemukakan Abrams (1971:3-29) bahwa ada empat pendekatan terhadap karya sastra, yaitu pendekatan (1) mimetik yang menganggap karya sastra sebagai tiruan alam (kehidupan) (2) pendekatan pragmatik yang menganggap karya sastra itu adalah alat untuk mencapai tujuan tertentu; (3) pendekatan ekspresif, yang menganggap karya sastra sebagai ekspresi perasaan, pikiran, dan pengalaman penyair (sastrawan); dan (4) pendekatan objektif yang menganggap karya sastra sebagai sesuatu yang otonom, terlepas dari alam sekitarnya, pembaca, dan pengarang. Maka dalam kritik ini yang penting adalah karya sastra itu sendiri, yang khusus dianalisis struktur intrinsiknya.
Kritik objektif ini timbul sekitar tahun 1920 dengan tampilnya kaum Kritikus Baru (New Critics) dari Miran Chicago (Chicago School), dan kaum Formalis Eropa (Abrams,1971:37). Sepanjang sejarahnya kritik objektif ini mendapat reaksi-reaksi dan mengalami perbaikan dan penyempurnaan hingga kemudian para kritikus objektif sekarang ini disebut oleh Hawkes (dalam Pradopo, 1995:141) sebagai golongan Kritikus Baru yang Baru (New New Critics) yang lebih menyempurnakan teori-teori kritik sastra dan penerapan kritik sastra objektif. Di antaranya ialah teori struktural dan semiotik.

2. Landasan Teoretik
a. Analisis Struktural
Menganalisis sastra atau mengkritik karya sastra (puisi) itu adalah usaha menangkap makna dan memberi makna kepada teks karya sastra puisi (Hardjana, 1983:10). Karya sastra itu merupakan struktur makna atau struktur yang bermakna. Hal ini mengingat bahwa karya sastra itu merupakan sistem tanda yang mempunyai makna yang mempergunakan medium bahasa. Untuk menganalisis struktur sistem tanda ini perlu adanya kritik struktural untuk memahami makna tanda-tanda yang terjalin dalam sistem (struktur) tersebut. Ilmu pengetahuan tentang tanda ini disebut semiotik (Abrams, 1971:170). Oleh karena itu, analisis semiotik itu tak dapat dipisahkan oleh analisis struktural.
Analisis struktural ini merupakan prioritas pertama sebelum yang lain-lain (Teeuw, 1983:61), tanpa itu kebulatan makna intrinsik yang hanya dapat digali dari karya itu sendiri, tidak akan tentangkap. Makna unsur-unsur karya sastra hanya dapat dipahami dan dinilai sepenuhnya atas dasar pemahaman tempat dan fungsi unsur itu dalam keseluruhan karya sastra.
Karya sastra merupakan sebuah struktur yang kompleks. Karena itu, untuk memahami karya sastra (puisi) haruslah puisi dianalisis (Hardjana, 1983:12) Namun, sebuah analisis yang tak tepat hanya akan menghasilkan kumpulan fragmen yang tak saling berhubungan. Unsur-unsur sebuah koleksi bukanlah bagian-bagian yang sesungguhnya. Maka, dalam analisis puisi bagian itu haruslah dapat dipahami sebagai bagian dan keseluruhan. Sajak itu adalah struktur yang merupakan susunan keseluruhan yang utuh. Antara bagian-bagiannya saling erat berhubungan (Pradotokusumo, 2005:37-38). Tiap unsur dalam situasi tertentu tidak mempunyai arti dengan sendirinya, melainkan artinya ditentukan oleh hubungannya dengan unsur-unsur lainnya yang terlibat dalam situasi itu. Makna penuh suatu satuan atau pengalaman dapat dipahami hanya jika terintegrasi ke dalam struktur yang merupakan keseluruhan dalam satuan-satuan itu. Antara unsur-unsur struktur itu ada koherensi atau pertautan erat; unsur-unsur itu tidak otonom, melainkan merupakan bagian dan situasi yang rumit dan dari habungannya dengan bagian lain, unsur itu mendapatkan artinya. Jadi, untuk memahami sajak, haruslah diperhatikan jalinan atau pertautan unsur-unsurnya sebagai bagian dari keseluruhan.

b. Analisis Semiotik
Semiotik (semiotika) adalah ilmu tentang tanda-tanda. Ilmu ini menganggap bahwa fenomena sosial/masyarakat dan kebudayaan itu merupakan tanda-tanda. Semiotik itu inempelajari sistem-sistem, aturan-aturan, dan konvensi-konvensi yang mernungkinkan tanda-tanda tersebut mempunyai arti. Dalam lapangan kritik sastra, penelitian semiotik meliputi analisis sastra sebagai sebuah penggunaan bahasa yang bergantung pada (ditentukan) konvensi-konvensi tambahan dan meneliti ciri-ciri (sifat-sifat) yang menyebabkan bermacam-macam cara (modus) wacana mempunyai makna (Preminger, dkk., 1974: 980).
Studi sastra bersifat semiotik adalah usaha untuk menganalisis sastra sebagai suatu sistem tanda-tanda dan menentukan konvensi-konvensi apa yang memungkinkan karya sastra mempunyai arti. Dengan melihat variasi-variasi di dalam struktur-dalam atau hubungan dalamnya, akan dihasilkan bermacam-macam arti; kritikus menyendirikan satuan-satuan berfungsi dan konvensi-konvensi sastra yang berlaku (Preminger dkk,1974:981). Dikemukakan Preminger lebih lanjut (1974:981) bahwa puisi adalah sistem semiotik tingkat kedua yang mempergunakan sistem semiotik tingkat pertama yang berupa bahasa tertentu. Sistem tanda tingkat pertama itu diorganisasikan sesuai dengan konvensi-konvensi tambahan yang memberi arti-arti dan efek-efek yang lain dan yang dimiliki prosa biasa. Tugas semiotik puisi adalah membuat eksplisit asumsi-asumsi implisit yang menguasai produksi arti dalam puisi.
Analisis semiotik itu tak dapat dipisahkan dari analisis struktural, dan sebaliknya (Junus,1981:17). Bagian-bagian (unsur-unsur) karya sastra itu mempunyai makna dalam hubungannya dengan yang lain dan keseluruhannya. Alasannya adalah karya sastra itu merupakan stuktu tanda-tanda yang bermakna. Tanda memperhatikan sistem tanda, tanda dan maknanya, dan konvensi tanda, struktur karya sastra (atau puisi) tidak dapat dimengerti maknanya secara optimal. Oleh karena itu, strukturnya harus dianalisis dan bagian-bagiannya yang merupakan tanda-tanda yang bermakna dalamnya harus dijelaskan.
Tokoh yang dianggap pendiri semiotik adalah dua orang yang hidup sezaman, yang bekerja secara terpisah dan dalam apangan yang tidak sama (tidak saling mempengaruhi), yang seorang ahli linguistik yaitu Ferdinand de Saussure (1857-1913) dan seorang ahli filsafat yaitu Charles Sander Peirre (1839-1914). Saussure menyebut ilmu itu dengan nama semiologi, sedang Pierre menyebutnya semiotik (semiotics). Kemudian nama ini sering dipergunakan berganti-ganti dengan pengertian yang sama. Di Perancis dipergunakan nama semiologi untuk ilmu itu, sedang di Amerika lebih banyak dipakai nama semiotik.
Semiotik adalah ilmu tanda-tanda. Tanda mempunyai dua aspek yaitu petanda (signifier) dan petanda (signified). Penanda adalah bentuk formalnya yang menandai sesuatu yang disebut petanda, sedangkan petanda adalah sesuatu yang ditandai oleh, penanda itu yaitu artinya. Contohnya kata ‘ibu’ merupakan tanda berupa satuan bunyi yang menandai arti: ‘orang yang melahirkan kita’ (Pradopo, 1995:119).
Tanda itu tidak hanya satu macam saja, tetapi ada beberapa berdasarkan hubungan antara penanda dan petandanya. Jenis-jenis tanda yang utama ialah ikon, indeks, dan simbol. Ikon adalah tanda yang menunjukkan adanya hubungan yang bersifat alamiah antara penanda dan petandanya. Hubungan itu adalah hubungan persamaan, misalnya gambar kuda sebagai penanda yang menandai kuda (petanda) sebagai artinya. Potret menandai orang yang dipotret, gambar pohon menandai pohon.
Indeks adalah tanda yang menunjukkan hubungan kausal (sebab-akibat) antara penanda dan petandanya, misalnya asap menandai api, alat penanda angin menunjukkan arah angin, dan sebagainya.
Simbol adalah tanda yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan alamiah antara penanda dengan petandanya, hubungannya bersifat arbitrer (semau-maunya). Arti tanda itu ditentukan oleb konvensi. ‘Ibu’ adalah simbol, artinya ditentukan oleh konvensi masyarakat bahasa (Indonesia). Orang Inggris menyebutnya mother, Perancis menyebutnya Ia mere, dsb. Adanya bermacam-macam tanda untuk satu arti itu menunjukkan “kesemena-menaan’ tersebut. Dalam bahasa, tanda yang paling banyak digunakan adalah simbol.
Perlu diperhatikan, dalam penelitian sastra dengan pendekatan semiotik, tanda yang berupa indekslah yang paling banyak dicari (diburu), yaitu berupa tanda-tanda yang menunjukkan hubungan sebab-akibat (dalam pengertian luasnya). Misalnya, dalam penokohan, seorang tokoh tertentu, misalnya dokter (Tono dalam Belenggu karya Armijn Pane) dicari tanda-tanda yang memberikan indeks bahwa ia dokter. Misalnya Tono, ia selalu mempergunakan istilah-istilah kedokteran, alat-alat kedokteran, mobil bertanda simbol dokter, dan sebagainya.
Supriyanto (2007:5-9) dengan tegas membedakan antara teks dengan naskah. Teks bersifat abstrak sementara naskah riil. Naskah memuat teks. Oleh karena itu, analisis semiotik sebuah karya sastra bermula dari pemahaman naskah (pembacaan heruistik) untuk mencapai tingkat makna atau teks (pembacaan hermeneutik).

3. Analisis Puisi
“Kau Bukan Israil”dalam Kumpulan Puisi Ratih Sang yang berjudul Surat untuk Ayah, 2006, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, halaman 30-31. (Tinjauan Struktural dan Semiotik)

Kau Bukan Israil

Jangan kau aniaya badanmu
Selain kau mendapatkan izin
Dari yang menciptakan badanmu
karena Dia menciptakan
Badanmu selama 9 bulan 10 hari
Agar ragamu sempurna

Kesempurnaan ....
Tidak hanya jari lima di satu tangan,
Tidak hanya dua mata, satu hidung, satu mulut dalam satu wajah
Tetapi lebih daripada itu
Kesempurnaan milyaran sel dan ratusan alat-alat
Dalam ragamu yang membuat hidup

Kesempurnaan itu begitu paripurna
Tak akan pernah bisa terbayangkan
Cara membuat kesempurnaan itu
Apalagi mencoba melakukannya

Jangan kau aniaya dan coba kau paksa lepas ruhmu
Karena ruh diciptakan olehNya
Jauh sebelum ragamu terciptakan
Ruhmu tersimpan dalam arsyNya
Dan hanya Dialah yang berhak meminta keluar dari ragamu
Begitu cintanya Dia padamu
Tak tega Dia mencabut nyawamu
Dia mengirimkan malaikat Israil untuk mengambilnya

Jangan kau putuskan asamu
Asa itulah yamg membedakanmu
Dengan makhluk lain yang juga bernyawa

Apalagi untuk alasan yang tak terlalu berharga
Karena yang berharga adalah
Cintamu pada Allah
Yang tanpa izinNya jantungmu tak berdenyut
Yang tanpa RahmanNya, engkau tak bisa
Memelihara anak-anakmu dalam rahimmu

Janganlah kau putus asa
Karena Allah tak pernah putus asa
Untuk mengharapkan engkau menghamba padaNya
Meski kau dalam lupa
Meski kau dalam khianat
Dia tetap mengharapkanmu
Jakarta, 14 Juni 2005


a. Pembacaan Heuristik
Dalam pembacaan heuristik ini puisi dibaca berdasarkan struktur kebahasaannya.


Kau bukan Israil
Bait 1
Jangan kau aniaya badanmu, selain (kecuali) kau mendapatkan izin
dari yang menciptakan badanmu (Tuhan) karena Dia (Tuhan) menciptakan badanmu selama 9 bulan 10 hari agar ragamu sempurna
Bait 2
Kesempurnaan itu tidak hanya jari lima di satu tangan, tidak hanya dua mata, satu hidung, satu mulut dalam satu wajah, tetapi lebih daripada itu. Kesempurnaan milyaran sel dan ratusan alat-alat dalam ragamu yang membuat hidup.
Bait 3
Kesempurnaan itu begitu paripurna (sangat sempurna) . Tak akan pernah bisa terbayangkan cara membuat kesempurnaan itu, apalagi mencoba melakukannya.
Bait 4
Jangan kau aniaya dan coba kau paksa lepas ruhmu karena ruh diciptakan olehNya (Tuhan) jauh sebelum ragamu terciptakan Ruhmu tersimpan dalam arsyNya (tahta atau singasana Tuhan). Dan hanya Dialah yang berhak meminta keluar dari ragamu. Begitu cintanya Dia padamu, Tak tega Dia mencabut nyawamu. Dia mengirimkan malaikat Israil untuk mengambilnya
Bait 5
Jangan kau putuskan asamu. Asa itulah yamg membedakanmu dengan makhluk lain yang juga bernyawa.
Bait 6
Apalagi untuk alasan yang tak terlalu berharga karena yang berharga adalah cintamu pada Allah.Yang tanpa izinNya jantungmu tak berdenyut. Yang tanpa RahmanNya, engkau tak bisa memelihara anak-anakmu dalam rahimmu.
Bait 7
Janganlah kau putus asa karena Allah tak pernah putus asa untuk mengharapkan engkau menghamba padaNya. Meski kau dalam lupa, meski kau dalam khianat, Dia tetap mengharapkanmu.


b. Pembacaan Hermeneutik
Judul puisi ”Kau bukan Israel” sebuah judul yang mengandung rujukan tak jelas. Pertama, Siapakah yang dimaksud kau? Kau merupakan kata ganti orang kedua tunggal yang memiliki nuansa kedekatan personal dengan orang pertama aku (pengarang Ratih Sang) dan berkonotasi positif (bandingkan dengan kata kamu). Dalam konteks bahwa puisi ini merupakan bagian dari seluruh kumpulan puisi ”Surat untuk Ayah” kiranya tepat bahwa kau yang dimaksud adalah ayah. Namun, dalam konteks kekinian lepas dari analisis sinkronis sastra, kau bisa bermakna orang/manusia/para pembaca. Kedua, frase ”bukan Israel” bisa ditafsirkan sebuah negara atau bangsa selain negara atau bangsa Israil., misalnya Indonesia, Amerika, dan lain sebagainya. Namun, kata Israil di sini bisa ditafsirkan secara lebih mendalam melalui tafsir alkitabiah. Israil adalah sebuah bangsa yang dipilih Allah dalam karya penyelamatan manusia. Sebuah bangsa yang dibebaskan dari perbudakan dan penjajahan bangsa Romawi. Sebuah bangsa yang diberkati oleh Allah. Sebuah bangsa yang suci, bebas dari belenggu dosa, dan penuh kesempurnaan. Dengan demikian, judul ”Kau bukan Israil” bermakna manusia yang penuh dengan dosa.
Puisi ”Kau bukan Israil” terdiri atas tujuh bait yang dapat dipilah menjadi tiga pokok pikiran. Pokok pikiran pertama adalah larangan untuk melakukan penganiayaan badan. Hal ini terdapat pada bait 1, 2, dan 3. Pokok pikiran kedua adalah larangan penganiayaan ruh dan pencobaan bunuh diri. Hal ini terdapat pada bai ke-4. Pokok pikiran ketiga adalah larangan untuk berputus asa. Hal ini terdapat pada bait 5, 6, dan 7. Masing-masing pokok pikiran diuraikan secara kausatif dengan argumentasi yang sangat mendasar.
Manusia tidak diperkenankan menganiaya badannya selain mendapatkan izin dari yang menciptakan badan. Artinya, badan manusia diciptakan dengan keadaan sempurna adanya. Hal ini ditegaskan pada kalimat berikutnya bahwa penciptaan badan itu berlangsung 9 bulan 10 hari agar raga sempurna. Namun, pernyataan ”selain kau mendapatkan izin dari yang menciptakan badanmu” bisa juga bermakna bahwa manusia diciptakan dalam kondisi cacat fisik. Cacat secara fisik ini jangan sekali-kali dilihat secara parsial. Hal ini ditegaskan pada bait kedua dan ketiga bahwa kesempurnaan itu harus dilihat dalam konteks kehidupan, jangan hanya dilihat dari kelengkapan jari dalam satu tangan dan kelengkapan mata, hidung, dan mulut dalam satu wajah. Kesempurnaan itu begitu paripurna, menyeluruh dalam aspek kehidupannya.
Manusia tidak diperkenankan menganiaya dan mencoba bunuh diri (dengan paksa melepas ruh) karena ruh itu diciptakan Tuhan jauh sebelum raga manusia diciptakan. Hanya Tuhan yang berhak meminta keluar dari raga manusia. Namun ditandaskan pada baris berikutnya bahwa Tuhan tak tega mencabut nyawa manusia karena semata-mata Tuhan sangat mencintai manusia. Hal ini menjadi jelas pada baris berikutnya: Tuhan mengutus malaikat Israil untuk mengambil nyawa manusia.
Manusia diminta untuk tidak berputus asa karena asa itulah yang membedakan manusia dengan makhluk lain yang bernyawa (binatang) apalagi untuk alasan yang tidak berharga. Yang berharga adalah cinta manusia kepada Allah karena Allah penuh rahmat dan kerahiman. Jangan pula berputus asa sebab Allah tak pernah putus asa menanti manusia untuk menghamba kepadanya walaupun manusia itu penuh alpa dan berkhianat.

4. Penutup
Puisi berjudul ”Kau bukan Israil” syarat dengan nasihat yang berkaitan dengan hakikat kehidupan manusia. Ada tiga elemen pokok dalam setiap kehidupan manusia yang cenderung rapuh, yaitu badan (elemen fisik), ruh (elemen jiwa), dan asa (elemen kehendak). Manusia pada dasarnya lemah pada ketiga elemen itu. Dengan puisi yang berjudul ”Kau bukan Israel” inilah manusia diingatkan untuk menjaga kesempurnaan dalam hidupnya.



Daftar Pustaka

Abrams, M.H. 1979. The Mirror and The Lamp. London-New York: Oxford University
Press.

Culler, Jonathan. 1977. Structuralist Poetics. London: Roudledge & Kegan Paul.

Hawkes, Terence. 1978. Structuralism and Semiotics. London: Methuen & Co. Ltd.

Hill, Knox C. 1966. Interurating Literature. Chicago: The University Press of Chicago.

Jakobson, Roman. 1978. “Closing Statement: Linguistics and Poetics’ dalam Thomas A.
Sebeok (Ed). Style hi Language Cambridge,
Massachusetts: The
Massachusetts Institute of Technology.

Junus, Umar. 1981. Mitos dan Komunikasi. Jakarta: Sinar Harapan.

Pradopo, Rakhmat Djoko. 1995. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan
Penerapannya.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Pradotokusumo, Partini Sardjono. 2005. Pengkajian Sastra. Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Utama.

Preminger, Alex, dkic, 1974. Princeton Encyclopedia of Poetry and Poetics. Princeton:
Princeton University Press.

Riffaterre, Michael. 1978. Semiotics of Poetry. Bloomington & London: Indiana
university Press.
Sang, Ratih. 2006. Surat untuk Ayah (Kumpulan Puisi). Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama.
Sansom, Clive. 1960. The World of Poetry. London: Phoenix House.

Seung, T.X. 1982. Semiotics and Thematics in Hermeneutics. New York: Columbia
University Press.

Supriyanto, Teguh. 2008. Teks dan Ideologi: Studi Sastra Populer Cerita Silat.
Semarang: Universitas Negeri Semarang Press.
Teeuw, A. 1983. Membaca dan Menilai Sastra. Jakarta: Gramedia.

KATA MUTIARA

Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan

Hidup akan terasa "berarti saat kita dibutuhkan; Hidup akan terasa "berwarna" saat kita bisa berbagi

Memang baik menjadi orang penting tetapi lebih penting menjadi orang baik

Daripada seribu kata yang sulit diartikan, adalah lebih baik sepatah kata yang bermanfaat yang dapat memberi kedamaian kepada pendengarnya

Jadikan "kekurangan kita" sebagai motivasi agar kita bisa lebih baik; bukannya untuk dimaklumi

Yang paling berat dalam hidup ini bukanlah "bekerja" melainkan bila tidak ada yang dikerjakan

Jangan puas dengan APANYA, akan tetapi berusahalah belajar mengetahui BAGAIMANA

Jangan kecewa bila dunia tidak mengenal ANDA' tetapi kecewalah bila ANDA tidak mengenal dunia

Tidak ada usaha yang gagal, kegagalan adalah usaha untuk mencapai kemenangan

Kemanapun anda pergi, pergilah dengan segenap hati.

Berikan yang sejati untuk yang paling sejati dengan segenap ketulusan hati

Sabtu, 26 Desember 2009

2012 kontroversi

Baru-baru ini film dari Hollywood ini telah menggemparkan dunia. Begitu juga Indonesia. Film “2012”, menggambarkan terjadinya bencana besar atau sebut saja kiamat pada tahun 2012 bulan 12 tanggal 12, yang telah diperhitungkan oleh kalender suku Maya. Gambaran-gambaran tentang kiamat, inilah yang membuat penasaran dari kalangan dewasa hingga anak-anak sekalipun.
Meski film ini adalah film yang paling laris diburu di bioskop, namun film ini tetap menimbulkan kontroversi baik bagi ulama maupun perfilman Indonesia.

ANALISIS
Film 2012 ini dapat dipandang Dari beberapa segi antara lain sebagai berikut :

AGAMA
Film 2012 yang menggambarkan datangnya bencana besar, yaitu kiamat menimbulkan kontroversi karena film ini dianggap mendahului takdir dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Padahal kiamat itu hanya Tuhan yang tahu. Dari kontroversi tersebut bahkan menimbulkan beberapa fihak angkat bicara, salah satunyalembaga keagamaan yaitu MUI dengan sigap mengeluarkan fatwa melarang penayangan film tersebut.

SOSIAL
Jika dipandang dari segi sosial film ini menimbulkan kontroversi. Ada yang pro dan ada juga yang kontra. Yang pro mengatakan film ini hanya rekayasa semata sehingga sah-sah saja untuk ditayangkan. Dari segi teknologi "2012" diolah dengan teknologi perfilman yang canggih dan mengagumkan, efek memikat. Gambaran dunia yang luluh lantah karena bencana global atau gampangnya disebut "kiamat". Kehancuran yang ada membuat penonton penasaran dibumbui rasa takut serta mengkhawatirkan bahwa bencana itu akan benar-benar datang tak sekadar sebagai film yang dipertontonkan.
Inilah gambaran kecemasan sehingga akan menimbulkan kontra dan menyatakan film ini tidak layak ditayangkan karena menimbulkan kecemasan bagi banyak fihak.

EKONOMI
Film 2012 dipastikan telah mengeluarkan banyak biaya dari segi pembuatan, namun jika dilihat dari segi keuntungan, film ini mungkin telah meraup keuntungan yang luar biasa banyaknya, setelah adanya isu tentang kebenaran kiamat yang datang pada tahun 2012 masyarakat dari golongan atas sampai bawah sekalipun pasti akan merasa tertarik untuk menyaksikannya. Rasa penasaran melingkupi setiap masyarakat tak terkecuali. Didukung adanya fatwa MUI, justru "2012" diuber. Bisa dibuktikan bahwa semua tiket yang dijual semuanya habis terbeli.

MORAL
Bagi sebagian orang "2012" membuat penasaran dan menciptakan berbagai rasa dalam pribadi penggemarnya.Ada yang takut, ada pula yang biasa saja menyikapinya, bahkan ada yang ingin menikmatinya beberapa kali lagi. "2012" menyampaikan pesan moral yang teramat mendalam, bahwa bumi yang dahulu diciptakan Sang Pencipta dengan segala keindahannya, disaat Sang Pencipta menginginkannya, apa yang dapat dilakukan manusia. Keresahan, ketakutan melanda umat manusia penghuni dunia. Manusia masih berusaha bagaimana dirinya dapat selamat dari bencana global dunia, yaitu sebut saja kiamat. "2012" mengingatkan manusia pada peristiwa air bah jaman Nabi Nuh.Hanya yang berada dalam kapal Nuh lah yang terselamatkan dan setelah bencana itu, mulailah kehidupan baru. Kapal baja dalam "2012" mampu menyelamatkan manusia yang berada di dalamnya. Inilah sisi kemiripan "2012" dengan air bah jaman Nabi Nuh, seperti yang digambarkan dalam kitab suci.Pesan moral yang tak sekadar menimbulkan rasa takut dan cemas, namun perlu pandangan yang positif dalam menyikapi datangnya hari akhir.

BUDAYA
Film ini berasal dari Hollywood, dunia barat. Dunia yang menguasai dunia, sumber dari perang globalisasi dan arus globalisasi dunia. Bagi adat dan budaya ketimuran akan menjadi sebuah pertentangan. Budaya timur, seperti Indonesia yang senantiasa mengutamakan nilai. Nilai ini akan selalu dipertentangkan dengan agama, bahwa manusia tabu mendahului kehendak Sang Pencipta dengan meramalkan kiamat akan datang di tahun, bulan dan tanggal yang sudah diketahui manusia. Jangankan kiamat, manusia akan tersandung, dapat rejeki, jodoh, sakit, bahkan mati saja tidak akan pernah menyadarinya. Hanya perlu dihadapi dangan iman dan keyakinan bahwa hidup ini ada yang memiliki dan ada yang menciptakan.


MUI yang kurang setuju, bahkan melarang film ini beredar di Indonesia, dan meminta lembaga sensor untuk menghentikan penayangannya, karena lembaga sensor yang menentukan suatu film boleh ditayangkan atau tidak. Padahal film tersebut sudah lulus sensor dan ditayangkan di seluruh Indonesia. Menurut MUI, film itu tidak layak diedarkan karena tidak mendidik, dan bertentangan dengan ajaran agama.

Meskipun menimbulkan kontroversi, film 2012 tetap ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia, karena masyarakat pun sudah mengapresiasi bahwa film tersebut fiktif belaka dan rekayasa manusia yang bersifat hiburan, dan memamerkan kecanggihan teknologi maya.

Kebijakan yang diberikan masyarakat apapun bentuknya (menolak atau menerima), yang jelas "2012" telah menyumbangkan sebuah hiburan yang menyumbangkan kemajuan teknologi perfilman dan pesan moral yang kental bagi penikmatnya. So...apresiasi yang positif sangat diperlukan, sehingga "2012" dapat dinikmati sebagai warna hiburan.
Saran yang tepat, film ini diperuntukkan untuk dewasa, bila anak anda menyaksikan, dampingi dan berikan pengertian dan arahan, sehingga tidak menimbulkan rasa trauma dan kecemasan bagi si buah hati.